TRITUNGGAL SEBAGAI ALLAH YANG ESA
TRITUNGGAL IMAN KRISTIANI, tidaklah
sama sekali dalam pengertian bahwa ada tiga wujud ALLAH yang ber-integrasi
menjadi satu seperti saudara2ku bayangkan dan memaksakan pengertiannya.
ALLAH TRITUNGGAL bagi ajaran agama
Kristen tidaklah sama sekali bermakna bahwa agama Kristen itu mempercayai adanya
3 (Tiga) Allah bersatu..!
TIDAK! Sama sekali tidak menganut
paham iman Ke-Tiga Allah-an sebagaimana yang sering disangkakan oleh saudara2ku
yang tidak bisa mau menerima pengertian dan pemahaman yang sebenarnya.!
Wujud ALLAH itu ESA ==> SATU2NYA
TIDAK ADA YANG LAIN LAGI..!!
Penyebutan ALLAH TRITUNGGAL sama
sekali tidak memperkosa Iman Tauhid Kristiani (MENG-ESAKAN ALLAH) itu..
Ke-Esa-an ALLAH adalah mutlak, tidak
boleh diperkosa, tidak boleh diganggu keberadaannya, tetap utuh, tidak berubah.
Kalau begitu, dari manakah sumbernya dalil dan dogma ALLAH TRITUNGGAL yang ESA
itu.
DALIL dan dogma, tidak boleh lepas
dari nats Alkitab. Demikianlah dogma TRITUNGGAL haruslah berdasarkan landasan
Alkitab yang meyakinkan.
Sumbernya, baiklah kita baca saja
kita baca saja Kitab Kejadian 1:1-3 berbunyi demikian:
1. Pada mulanya ALLAH MENCIPTAKAN
langit dan bumi.
2. Bumi belum berbentuk dan kosong,
gelap gulita, menutupi samudra raya, dan ROH ALLAH melayang-layang di atas
permukaan air.
3. BERFIRMANLAH ALLAH “Jadilah
terang”
Dalam nats ini jelas nampak
ke-TRITUNGGAL-an ALLAH itu, yakni:
TIGA yang dimaksudkan DALAM ALLAH
YANG ESA ini ADALAH FUNGSIONAL ALLAH atau ke-wibawaan KUASA ALLAH yang telah
diuraikan dalam Kitab Kejadian 1:1-3 yaitu:
Pertama: ALLAH itu sendiri sebagai
PENCIPTA.
Kuasa ALLAH sebagai pencipta, oleh
Perjanjian Baru digambarkan sebagai Oknum BAPA (Matius 11:25 “Pada waktu itu
berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepadaMu BAPA, TUHAN langit dan bumi”)
Kedua: ROH KUDUS melayang-layang
bermakna bahwa ALLAH memberkati (memberi hidup) segala ciptaanNya. Roh Allah,
dalam Perjanjian Baru disebut oleh Yesus sebagai Roh Kebenaran atau Roh Kudus.
(Lihat dan baca Yohanes 14:16, 26). Selanjutnya Kuasa Allah ini digambarkan
sebagai Oknum Rohulkudus.
Ketiga: ALLAH BERFIRMAN.
Semenjak manusia diciptakan, Allah
berfirman kepada umat manusia melalui wahyu kepada para nabi. Wahyu yang para
nabi terima adalah dalam pelbagai cara, antara lain mimpi, penglihatan,
pendengaran dan perasaan. Wahyu yang mereka terima itu dinamakan FIRMAN.
Akhirnya Allah berfirman lewat Yesus, Firman itu sendiri menjadi daging dalam
kehidupan Yesus, sehingga Yesus dikatakan juga sebagai FIRMAN HIDUP (1Yohanes
1:1). Istilah kata Firman itu berubah penyebutan istilahnya, yaitu menjadi istilah
Anak Allah (Yohanes 1:14). Penyebutan Anak Allah, bukanlah dalam pengertian
biologis melainkan dalam pengertian analogi FIRMAN.
Firman Allah atau Anak Allah.
Kuasa Allah berfirman dalam bentuk
Firman Hidup ini, selanjutnya disebut Oknum Anak.
Penyebutan Oknum Bapa, dan Oknum
Anak, dan Oknum Roh Kudus, tidaklah sama menunjukan Tiga Oknum yang terpisah
satu sama lainnya. Karena yang disebut Bapa, maupun Anak, maupun Roh Kudus itu
adalah ALLAH itu sendiri.
Penyebutan yang berbeda, hanya
merupakan perbedaan aktivitas Allah itu saja:
Aktivitas Allah Mencipta, disebut
Bapa.
Aktivitas Allah Berfirman, disebut
Anak.
Aktivitas Allah memberi pertolongan,
memberi Taufik dan Hidayah, disebut Roh Kudus.
RUMUSAN ALLAH TRITUNGGAL dikenal
dengan sebutan 1 = 3 dan 3 =1 Tidaklah diartikan atau dipahami secara
matematika, melainkan dalam pengertian Theologi.
Pengertiannya sebagai berikut:
1 = 3, bermakna bahwa SATU wujud
Allah; dalam TIGA Kodrat Kuasa aktivitas, yaitu:
(1) Mencipta
(2) Berfirman
(3) Membimbing (memberi taufik dan
hidayaht)
3 = 1, bermakna bahwa TIGA oknum
Ilahi, yang disebut Bapa, Anak dan Roh Kudus, ada dalam SATU wujud Allah Yang
Maha-Kuasa dan Maha-Esa itu.
Berikut ini semoga saja dapat
menjelaskan dan diterima makna rumusan ini:
Si Budi, mempunyai kuasa berfikir.
Juga si Budi itu mempunyai kuasa
berbicara.
Selain itu juga memiliki kuasa
menulis.
Tiga aktivitas si Budi (Yaitu:
berfikir, berbicara dan menulis) ini
adalah SATU orang yang mengatakan:
Si Budi berfikir; dengan “Otak”
Si Budi berbicara; dengan “Mulut”
Si Budi menulis; dengan “Tangan”
Namun Si Budi itu SENDIRI hanya
SATU, BUKAN tiga. ( 1 = 3 )
Ada TIGA Fungsi Si Budi,
yaitu daya kuasanya yaitu: Otak,
Mulut dan Tangan, satu sama lainnya berbeda fungsi aktivitasnya namun SATU SAMA
LAIN TIDAK TERPISAHKAN, BERADA DI DALAM tubuh si Budi. Ini bermakna: 3 = 1.
Demikian juga dengan ALLAH,
BAPA adalah PIKIRAN
ANAK adalah FIRMAN
ROH KUDUS adalah KUASA / LENGAN
ALLAH
Dan memang ALLAH itu tampak memiliki
3 OKNUM / PRIBADI secara terpisah dan berbeda yaitu
ALLAH BAPA
ALLAH ANAK
ALLAH ROH KUDUS
Ketiga PRIBADI ILAHI ini, nampak
memiliki keterpisahan di pandangan mata kita,....tetapi sebenarnya MEREKA
adalah SATU-KESATUAN,....HANYA SEOLAH-OLAH TERPISAH, NAMUN SATU ADANYA.....
BAPA punya KEPRIBADIAN-NYA sendiri,
DIA duduk di atas tahta.....
ANAK punya KEPRIBADIAN-NYA sendiri,
DIA duduk di sebelah kanan BAPA...
ROH KUDUS punya kepribadian sendiri,
DIA nampak BAGAIKAN OBOR di hadapan tahta ALLAH....
Kelihatan terpisah,....tetapi sebenarnya
MEREKA adalah SATU-KESATUAN,....HANYA SEOLAH-OLAH TERPISAH....
itulah sebabnya YESUS katakan Jika
kamu telah melihat AKU,maka kamu telah melihat BAPA,....karena AKU dan BAPA
adalah SATU,...AKU di dalam BAPA dan BAPA di dalam AKU,....begitu juga ROH
KUDUS....MEREKA HANYA SEOLAH-OLAH TERPISAH.....
di alam yang lebih tinggi (DUNIA
TUHAN,DUNIA ABSOLUT) KEADAAN-NYA ADALAH DEMIKIAN.....TIDAK ADA PEMISAHAN SAMA
SEKALI.....